8 Cara Mudah Untuk Berkomunikasi Lebih Baik dalam Hubungan

Komunikasi dalam hubungan sangat penting untuk akhir yang bahagia dan sehat. Bertanya pada pasangan bagaimana hari mereka berjalan baik, tetapi jika kamu menginginkan hubungan yang luar biasa, kamu harus menggali lebih dalam.

8 Cara Mudah Untuk Berkomunikasi Lebih Baik dalam Hubungan

Saya yakin kamu pernah mendengar ungkapan ini sebelumnya: komunikasi adalah kunci untuk hubungan apa pun. Kedengarannya klise tapi itu benar. Saya pikir sangat mudah untuk memberi tahu orang-orang bahwa komunikasi itu penting dalam hubungan yang sehat tetapi tidak mudah untuk menjelaskan bagaimana berkomunikasi. Dan jika kita tidak pernah mengajarkan cara menggunakan kunci ini, maka kita tidak akan pernah bisa membuka pintu untuk komunikasi yang sehat.

Komunikasi didefinisikan sebagai banyak hal tetapi definisi favorit saya termasuk, "keberhasilan menyampaikan atau berbagi ide dan perasaan". Komunikasi adalah tentang mengekspresikan diri dengan cara yang sehat, mendengarkan pasangan kamu ketika mereka melakukan hal yang sama, dan benar-benar mendengar dan menyerap apa yang dikatakan orang lain.

Berikut adalah 8 tips untuk berkomunikasi lebih baik dalam hubungan:

1. Ajukan Pertanyaan Terbuka

Komunikasi bukan hanya berbicara tentang hari-hari satu sama lain dan mengatakan apa yang harus kamu makan untuk makan siang. Ini tentang kemampuan menggali lebih dalam dan mengenal orang ini sebaik mungkin. Tidak selalu mudah untuk menggali lebih dalam, terutama bagi mereka yang tidak pernah merasa nyaman membicarakan perasaan mereka. Dan tidak perlu membuat setiap percakapan dari hati ke hati.

Untuk menumpahkan rahasia terdalam mereka. Misalnya, alih-alih bertanya ya atau tidak, pertanyaan seperti "Apakah kamu bersenang-senang?" coba ajukan lebih banyak pertanyaan terbuka seperti, "Bagaimana harimu?" Ya, mereka dapat menjawab dengan jawaban singkat ("baik", "sama seperti kemarin"), tetapi mengajukan pertanyaan terbuka memberi mereka kesempatan untuk berbagi lebih banyak jika mereka mau. Perlu diingat bahwa tidak semua orang membuka dengan sangat mudah. Sabar dengan pasangan kamu jika mereka tidak berbagi sepanjang waktu. Kita menetapkan batas di sekitar emosi kita dan batas setiap orang berbeda. Jadi, berhati-hatilah dan hormati batas-batas emosional mereka, dan mereka harus sama-sama sadar dan menghormati kamu.

Pada akhirnya, semakin Anda mengenal Significant other (gender-neutral istilah untuk pasangan seseorang dalam hubungan intim tanpa mengungkapkan atau menduga apa pun tentang status perkawinan, status hubungan, identitas gender, atau orientasi seksual. ) kamu pada level yang lebih dalam, semakin terbuka dan jujur satu sama lain. Dan kejujuran melahirkan kepercayaan, yang merupakan dua pilar penting dari hubungan yang sehat (komunikasi adalah pilar super penting!).

Baca Juga : Nama Panggilan Lucu & Romantis untuk Pasangan Kamu

2. Ambil Isyarat Nonverbal

Jika pasangan kamu mengatakan "hari saya baik-baik saja" tetapi nada bicaranya terdengar jengkel, kesal, atau marah, mungkin ada hal lain yang mereka rasakan tetapi belum siap untuk berkomunikasi. Komunikasi bukan hanya tentang kata-kata yang kita ucapkan tetapi juga bagaimana kita mengatakannya. Nada dan sikap kita memberikan lebih dari sekadar kata-kata yang keluar dari mulut kita. Dan sejujurnya itu adalah keterampilan untuk dapat memahami isyarat nonverbal itu. Lihatlah ekspresi wajah pasangan kamu, tangan mereka (apakah mereka gemetar / gelisah?), Bahasa tubuh mereka (Apakah mereka melakukan kontak mata? Apakah mereka menyilangkan tangan mereka?) Dan mendengarkan nada suara mereka.

3. Jangan Mencoba Membaca Pikiran Mereka

Terkadang Anda bisa tahu hanya dengan melihat seseorang apa yang mungkin mereka rasakan. Tidak selalu mudah untuk melakukan ini dan membiarkannya: sama seperti kita ingin menjadi pembaca pikiran, kita tidak dan tidak harus begitu. Jadi, jika tidak yakin apa yang dirasakan pasangan kamu, tanyakan pada mereka.

Jika kamu yang menahan dan mengharapkan pasangan membaca pikiran kamu, luangkan waktu untuk menghargai kenyataan bahwa pasangan kamu berusaha dengan menanyakan apa yang sedang terjadi daripada mengabaikan masalahnya. Lakukan yang terbaik untuk memberi tahu mereka bagaimana perasaan kamu ketika kamu siap untuk membukanya. Tidak sehat untuk mengatakan kamu baik-baik saja ketika tidak dan kemudian marah pada pasangan karena tidak mengetahuinya. Jujurlah tentang apa yang dirasakan dengan kemampuan terbaik kamu, dan cobalah untuk mengungkapkannya dengan cara yang sehat sebelum sampai pada titik di mana ia meledak dan seseorang mengatakan sesuatu yang mereka sesali. Berbicara langsung selalu lebih baik daripada menjadi agresif pasif.

Jika pasangan kamu adalah orang yang bersalah menjadi agresif pasif, cobalah memberi tahu mereka bahwa itu tidak benar-benar bermanfaat bagi kalian berdua ketika mereka tidak jujur tentang perasaan mereka. Tentu saja, itu luar biasa ketika kita mengenal satu sama lain dengan sangat baik sehingga kita bisa secara praktis membaca pikiran satu sama lain dan tahu persis apa yang harus dikatakan pada saat yang tepat, tetapi kita manusia dan kita mungkin kadang-kadang membuat kesalahan atau melewatkan isyarat yang tampaknya jelas untuk pasangan kita atau sebaliknya. Penting bagi kalian berdua untuk saling memahami satu sama lain dan juga bersabar.

4. Percakapan adalah Jalan Dua Arah

Saat berkomunikasi dengan pasangan, perhatikan berapa kali kamu mengatakan "Aku", "Kamu", atau "Kita". Jika sebagian besar pembicaraan tentang diri kamu, itu bukan benar-benar percakapan. Ingatlah untuk mengubahnya kembali ke significant other kamu. dan ajukan pertanyaan tentang bagaimana perasaan mereka, apa pikiran mereka, dan apa yang terjadi dengan mereka. Jika mendapati bahwa kamu sering mengatakan "kamu", apa konteksnya? Apakah kamu menunjuk dan menyalahkan?

Hubungan adalah tentang kedua orang, dan masing-masing harus memiliki pendapat yang sama tentang hal-hal. Kedua orang perlu merasa didengar dan dapat berbagi apa yang ada di pikiran mereka. Jika merasa bahwa pasangan kamu adalah orang yang menyalip percakapan dan kamu tidak dapat memasukkan kata, penting untuk memberi tahu mereka hal ini. Mereka mungkin tidak sadar bahwa mereka mendominasi pembicaraan. Percakapan seperti pertandingan tenis; itu harus mengalir secara alami bolak-balik ke setiap orang.

5. Tetapkan Waktu Selain Bicara

Kita dapat menghindari konflik yang lebih besar, secara aktif mendengarkan satu sama lain, dan menjalin ikatan dan merasa lebih dekat satu sama lain. Kita mungkin berbicara setiap hari, tetapi dengan kita berdua yang begitu sibuk dengan pekerjaan dan kehidupan, menyenangkan untuk menyisihkan waktu untuk sesuatu yang sedikit lebih dalam.

6. Beri Tahu Mereka Apa yang Kamu Butuhkan dari Mereka

Seperti yang saya katakan sebelumnya, tidak ada dari kita yang bisa membaca pikiran, jadi penting untuk terus memberi informasi kepada pasangan sehingga kamu berada di halaman yang sama. Mengatakan sesuatu sebelumnya seperti, "Saya perlu curhat sekarang dan saya tidak mencari saran, hanya dukungan kamu," atau, "Saya benar-benar membutuhkan saran kamu tentang situasi ini," akan memberi tahu mereka apa yang kamu butuhkan dalam hal itu.

Berbicara langsung tentang apa yang kamu butuhkan dapat meringankan beberapa miskomunikasi atau stres dalam situasi tertentu juga. Dengan memberi tahu mereka sebelumnya, kita mungkin dapat mencegah pertikaian yang tidak perlu yang diakibatkan oleh miskomunikasi.

Baca Juga : Mengelola Konflik Pasangan Dengan Humor

7. Hancurkan Pola Negatif

Kamu tahu apa yang dibutuhkan pasangan dan telah memikirkan gaya komunikasi pilihan mereka, tetapi ada hal lain yang memengaruhi komunikasi dalam hubungan: bagaimana kamu berbicara. Para ahli komunikasi memecah cara kita berbicara dalam nada, kecepatan, volume, dan warna suara. Lain kali kamu berselisih dengan pasangan, berhati-hatilah dan lakukan upaya sadar untuk memodulasi aspek-aspek suara ini.

8. Komunikasi adalah Keterampilan

Pada akhirnya, komunikasi adalah keterampilan, yang berarti selalu ada ruang untuk perbaikan. Bekerja bersama dengan pasangan untuk mencari tahu bagaimana kamu dapat menjaga komunikasi yang sehat dan tetap pada halaman yang sama. Jujurlah, terus terang, baik, dan penuh perhatian sebisa mungkin. Dan membuat upaya yang lebih besar untuk saling terbuka.


Comments

There are no comments yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 Gagasan Kencan Malam yang Dapat Kamu Lakukan di Rumah

7 Gagasan Kencan Malam yang Dapat Kamu Lakukan di Rumah

17 Cara Pintar Penggunaan Kulit Maupun Daging Pisang

17 Cara Pintar Penggunaan Kulit Maupun Daging Pisang