5 Standar Kecantikan Unik di Berbagai Negara

upaya yang dilakukan oleh suku suku di berbagai negara agar terlihat cantik dengan cara yang unik.

Kecantikan merupakan hal yang diidamkan oleh para wanita,sebagian besar wanita melakukan berbagai macam cara agar dapat tetap terlihat cantik dan menawan. Selain dengan perawatan kecantikan, tidak sedikit pula yang rela melakukan operasi dan merasakan sakit untuk dapat mengubah maupun mempertahankan kecantikannya.

Bahkan di beberapa Negara pun melakukan berbagai upaya turun temurun agar terlihat cantik, dan upaya yang dilakukan pun terkesan unik dan cukup menantang.

Berikut ulasan versi wowdunia.com :

1. Myanmar (Leher panjang)

Suku yang wanita-wanitanya 'berleher panjang' karena dicincin. Cincin itu telah menjadi bagian dari tradisi kuno di antara anggota perempuan dari suku Kayan yang berasal dari Kayah di Myanmar. Penampilan mereka yang menarik membuat suku Kayan menjadi salah satu kelompok etnis yang paling dikenal di Asia Tenggara.

Agar mendapatkan predikat cantik, wanita-wanita dari suku Kayan ini memakai cincin kuningan di lehernya. Dikatakan, semakin banyak cincin yang digunakan dan semakin panjang leher yang dimiliki, maka ia akan semakin cantik. Tak hanya itu saja, ia juga akan terlihat makin anggun serta terpandang.

                     Myanmar

2. Ethiophia (Melubangi bibir)

Suku Mursi atau juga disebut Suku Omo tinggal di kawasan lembah dan dekat Sungai Omo di bagian selatan Ethiopia. Suku Mursi sudah dikenal sebagai salah satu suku yang memiliki keunikan terkait para wanitanya, yaitu mereka memiliki piringan bundar dan cukup besar yang menggantung di bibirnya.

Wanita yang seperti itu adalah wanita yg dianggap cantik bagi para pria di Mursi. Piringan di bibir, menjadi simbol kecantikan bagi wanita Suku Mursi sejak ratusan tahun lalu. Sekaligus, sebagai simbol kedewasaan seorang wanita dan siap untuk dinikahkan. Bagi wanita yang tidak memasang itu akan dianggap sebagai pemalas dan akan dikucilkan. Bahkan semakin besar ukuran piringnya, semakin besar mas kawin yang harus diberikan pihak pengantin pria.

                   Ethiophia

3. Mauritania (Memiliki tubuh gendut)

Suku Mauritania mewajibkan setiap anak yang memasuki usia 5 tahun untuk menjadi gemuk. Tradisi tersebut adalah Leblouh, di mana anak-anak diwajibkan untuk makan dan minum sesuatu yang mengandung protein tinggi, seperti susu, mentega, kacang dan lain sebagainya.

Anak-anak yang menjalani prosesi Leblouh ini akan dikirim ke tempat khusus, seperti camp untuk memakan 16.000 kalori tiap harinya. Yang jelas, jumlah segitu sudah jauh melampaui kebutuhan kalori orang normal. Proses tersebut dilakukan ketika musim libur sekolah, atau musim hujan ketika susu melimpah.

Leblouh merupakan tradisi yang sangat dihormati suku Mauritania. Hal tersebut berawal dari masa pra colonial. Saat itu, seorang istri kaya hanya menjalani hidupnya dengan duduk diam di rumah sepanjang hari. Sementara para budak banyak sekali pekerjaan rumah tangga. Karena kebiasaannya tersebut, si wanita pun menjadi gemuk.

Secara tak langsung, tubuh gemuk sang istri mencerminkan sebuah kemakmuran dan kejayaan suaminya. Selain itu, munculnya stretch mark atau guratan pada perut dan pinggul wanita juga dianggap sebagai perhiasan wanita. Terlebih lemak di sekitar pinggang sudah dianggap sebuah kebanggaan.

                    Mauritania

4. Suku karo (Goresan luka ditubuh)

Bagi Suku Karo di Ethiopia goresan luka ditubuh melambangkan symbol tersendiri bagi setiap yang memilikinya. Goresan dibuat dengan cara memahat tubuh menggunakan benda tajam seperti pisau atau pecahan kaca sehingga membentuk suatu bekas luka. Bukan Cuma satu dua saja, tapi jumlah sayatannya bisa puluhan Setelah itu, mereka mengoleskan kombinasi sari tetumbuhan dan bahan berwarna gelap seperti arang atau bubuk mesiu ke atas luka pahatan.

Bagi pria, menyayat diri dengan pisau adalah lambang kejantanan dan dewasa. Jumlah sayatan pisau pun menggambarkan, sudah berapa jumlah musuh yang telah mereka bunuh. Makin banyak sayatannya, maka makin jumawalah para pria Suku Karo.Untuk para wanita Suku Karo, menyayat diri adalah suatu proses kecantikan. Makin banyak jumlah sayatan, maka makin dianggap terlihat cantik dan seksi. Biasanya, para wanita menyayat di bagian perut dan bahu.

                          Suku karo

5. Indonesia,Sumatera Barat (Gigi Runcing)

Suku Mentawai, adalah suku yang menetap di Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat.  tradisi kerik gigi bagi wanita Suku Mentawai  ini merupakan cara bagi wanita Mentawai untuk tampil cantik dan sebagai tanda kedewasaan.

Dalam melakukan tradisi ini, wanita Suku Mentawai harus menahan rasa sakit yang tidak sebentar. Gigi mereka akan dikerik atau diruncingkan dengan runcingan yang terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. Tidak hanya satu gigi saja, melainkan semua (23) gigi mereka harus dikerik. 

                  Indonesia


Comments

There are no comments yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Drama Korea dengan Rating Tertinggi Sepanjang Masa

Drama Korea dengan Rating Tertinggi Sepanjang Masa

Mengenali Pria Introvert Dalam Menjalani Hubungan

Mengenali Pria Introvert Dalam Menjalani Hubungan