11 Cara Untuk Menstabilkan Suasana Hati Saat Merasa Emosional

Emosi adalah bagian penting dari kehidupan kita sehari-hari. Kemampuan untuk mengatur emosi-emosi itu, pada gilirannya, memengaruhi bagaimana dirasakan oleh orang-orang di sekitar kamu.

11 Cara Untuk Menstabilkan Suasana Hati Saat Merasa Emosional

Dalam hidup, emosi tentu bisa mendapatkan yang terbaik dari kita. Sulit untuk tetap tenang di tengah-tengah tekanan hidup, dan sekali kita mendapati diri kita menjadi lelah, sulit untuk mengembalikan diri kita ke netral. Dengan menemukan cara untuk menenangkan emosi kita, kita akan lebih mampu mengendalikan keadaan kita dan beralih dari situasi yang penuh tekanan dengan cara yang lebih jelas dan lebih efisien.

Orang-orang cenderung untuk menutupi emosi mereka, dan ini sering dapat menyebabkan ledakan yang tidak terkendali, begitu mereka telah mencapai titik puncaknya. Yang terbaik adalah mengakui keadaan emosi kamu, menerimanya, memvalidasinya, dan kemudian mencoba dan melanjutkan. Jika emosi  kamu melibatkan orang lain, komunikasikan dengan orang itu dengan nada rasional dan berkepala dingin untuk mencapai titik temu. Jika emosi kamu berasal dari tekanan pribadi, luangkan waktu untuk diri sendiri dan lakukan sesuatu yang membuat merasa nyaman dan bahagia.

Jika menemukan diri kamu kronis tidak mampu mengendalikan respons emosional terhadap situasi, mungkin bermanfaat untuk berbicara dengan terapis yang berspesialisasi dalam Terapi Perilaku Dialektik, sejenis terapi yang berfokus pada pengaturan emosi.

Berikut ini sebelas cara untuk menstabilkan suasana hati dan menghentikan emosi, sebelum melakukan sesuatu yang mungkin kamu sesali.

1. Akui Pikiran Kamu

Mencatat pikiran dan perasaan kamu, serta memvalidasinya, dapat membantu kamu move on. "Pikiran yang tidak membantu sering muncul dalam pikiran kita tanpa kendali sadar kita dan sains sekarang menunjukkan bahwa melawan pikiran yang tidak membantu biasanya hanya berfungsi untuk menguatkan mereka dan pada gilirannya memperbesar pengalaman emosional kita," kata ahli terapi yang berbasis di Chicago Chelsea Hudson. Tangani pikiran secara langsung, alih-alih dorong mereka menjauh. Setelah selesai, bentuk pikiran ke arah yang positif.

2. Pisahkan Diri Dari Emosi

Ingatlah bahwa pikiran dan emosi tidak menentukan kamu. "Ingatkan dirimu bahwa 'kamu bukan pikiranmu' dan 'perasaan itu bukan fakta,'" kata Hudson. "Ada perbedaan besar antara memiliki anggapan bahwa kamu sebenarnya tidak diinginkan." Jika kamu membiarkan pikiran menentukan, kamu akan menjadi putus asa dan lebih cenderung tinggal di negativitas. Jadilah versi terbaik dari diri kamu, versi yang tangguh.

Baca Juga : Alasan Anda Perlu Sering Tertawa Keras

3. Bawakan Humor & Ketenangan Untuk Emosi

Dengan membuat emosi kamu tampak konyol dan ringan, itu akan memadamkan amarah dan kesedihan yang mungkin dirasakan. Nyanyikan pikiran itu dengan keras, ucapkan pikiran itu dengan suara karakter kartun atau tulis pemikiran itu di atas kertas dan buat gambar darinya. Dengan membuat lukisan yang cantik dan membiarkan sisi menyenangkan dan ceria kamu bersinar kembali, terlepas dari kesulitan yang dihadapi, kamu akan menjadi kurang emosi dan lebih mampu untuk tenang.

4. Biarkan Reaksi Tubuh Terjadi

Jika merasa cemas di tubuh, jangan panik. Alih-alih, cobalah dan rilekskan otot-otot kamu, tarik napas dalam-dalam dan biarkan rasa tenang menguasai diri. Alih-alih mencoba menjauhkan sensasi tersebut, biarkan mereka melewati tubuh seperti gelombang. Telapak tangan yang berkeringat, jantung yang berdebar kencang, wajah yang memerah, dan otot-otot yang bergerak-gerak adalah gejala stres fisik, jadi mungkin meletakkan beberapa es batu di dahi atau pergelangan tangan bersamaan dengan pikiran damai dapat membantu mendinginkan tubuh.

5. Jangan menilai diri sendiri karena menjadi emosional

Sebagai manusia, wajar untuk menjadi emosional setiap saat. Ambillah emosi apa adanya dan validasikan sebagai perasaan nyata, tanpa menilai diri kamu sendiri karena rentan. Jika dapat secara tidak menghakimi mengamati kehadiran mereka, mereka akan mencapai puncaknya dengan lebih cepat dan akhirnya menghilang tanpa upaya, mengenai jumlah waktu yang diperlukan untuk emosi yang kuat untuk menghilang. Jika mulai membenci diri sendiri, kamu hanya akan merasa lebih buruk.

6. Ambil Napas

Penelitian menunjukkan bahwa mengambil napas dalam-dalam dapat meredakan emosi yang membuat stres. Tubuh kita telah ditransfer untuk memiliki hormon "fight-or-flight", sebagai respons terhadap kortisol, yang diaktifkan di bawah tekanan. Namun, bernapas dapat mengurangi efek kortisol, sehingga menenangkan tubuh kita dan membawa kita kembali ke kondisi mental dan fisik yang lebih jelas.

7. Menangis, Jika Perlu

Jika kamu perlu menangis, ada alasannya, dan air mata akan keluar. Adalah sehat untuk mengalami berbagai macam emosi. Biarkan diri kamu rentan dan menangislah jika perlu. Jangan khawatir tentang maskara; biarkan saja. Lebih baik menangis sendirian atau dalam kenyamanan orang yang kamu percayai, daripada di jalan atau di tempat kerja, jadi berhati-hatilah dengan lokasi kamu.

8. Dapatkan Udara Segar

Para ahli mengklaim bahwa udara segar dapat menenangkan emosi, karena itu menghubungkan kita dengan alam dan keindahan dan membawa oksigen segar ke paru-paru kita. Bahkan lebih baik? Berjalan-jalanlah di luar, karena gerakan ini dapat memberikan endorfin yang meningkatkan suasana hati dan meningkatkan aliran darah yang sehat. Meluangkan waktu sejenak untuk diri sendiri memungkinkan kamu mengumpulkan pikiran, menenangkan tubuh, dan memisahkan diri dari situasi emosi.

9. Salurankan Emosi Menjadi Sesuatu Yang Positif

Biarkan emosi meningkatkan kreativitas dan kinerja kamu. Jika marah, cobalah untuk melakukan sesuatu yang konstruktif dengan kemarahan kamu, yang juga disarankan bernafas dalam-dalam. Tarik napas selama 4 detik, tahan selama 7 detik, dan buang napas selama 8 detik. Lakukan ini 4 kali, karena ini membantu kamu menjadi lebih terpusat dan produktif. Saluran emosi ke dalam seni, juga. Tulis cerita, nyanyikan lagu yang bisa dihubungkan, orat-oret, atau kerjakan proyek yang telah kamu tunda.

10. Olahraga

Olahraga adalah penstabil suasana hati yang fantastis dan cara untuk merasa lebih terhubung dengan dunia di sekitar kamu. Bahkan cara tersebut dapat menyembuhkan diri sendiri dari kecemasan dan mendapatkan lebih banyak kontrol atas emosi kamu, yang mengarah ke kualitas hidup dan harga diri yang lebih tinggi.

11. Bermeditasi

Penelitian menunjukkan bahwa memejamkan mata dan bermeditasi dapat mengendalikan emosi. Selain menenangkan tubuh dan pikiran melalui napas dalam-dalam, itu juga meningkatkan fungsi kognitif, memungkinkan kamu untuk berpikir lebih jernih dan lebih rasional melalui masalah dan kesulitan emosional. Bermeditasi selama beberapa menit secara teratur untuk menciptakan kebiasaan sehat mengenai pengaturan emosi, atau gunakan ketika kamu merasakan serangan stres yang akan menghantam.

Meskipun penting untuk mengatasi emosi, penting untuk menjaga mereka tetap terkendali dan bergerak secara efisien dan cepat sehingga kamu dapat mulai menikmati hidup lagi. Ketika emosi melibatkan orang lain, penting untuk berbicara dengan orang itu dan mengomunikasikan pikiran kamu dengan baik untuk mengatasi ketegangan. Dengan tips ini, kamu akan kembali merasa seperti diri sendiri, bahagia, percaya diri dan terkendali, dalam waktu singkat.


Comments

There are no comments yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 Couple Pose Yoga untuk Meningkatkan Kepercayaan dan Kompatibilitas

5 Couple Pose Yoga untuk Meningkatkan Kepercayaan dan Kompatibilitas

10 Khasiat Bawang Putih untuk Pria

10 Khasiat Bawang Putih untuk Pria